Sabtu, 18 Mei 2013

DAUN DEWA





Deskripsi :
Terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 – 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang ± 3 cm.

a. Organolepis :
Warna hijau-coklat, bau khas aromatik, rasa tidak berasa
b. Makroskopik :
Daun berwarna hijau-kehitaman, lonjong dan permukaan berbulu.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu rambut penutup,jaringan bunga karang, dan epidermis bawah

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dengan rincian - DAUN berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, haid tidak teratur dan digigit binatang berbisa. UMBI - untuk menghilangkan pembekuan darah, pembengkakan tulang patah, pendarahan nifas.

Cara budidaya : Perbanyak tanaman dengan menggunakan stek batang atau stump. Stek dari batang yang keras 5-10 cm. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan dasar.

Kandungan kimia: Saponin; Flavonoid

Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.

Khasiat: Antipiretik; Anti inflamasi

Sediaan








semoga bermanfaat :)

Kamis, 02 Mei 2013

PERALATAN RADIOLOGI


11.      Endoscopy

1.1. Gambar Endoscopy.
Endoscopy adalah alat untuk meneropong organ-organ dalam tubuh manusia tanpa sayatan atau dengan sayatan kulit minimal. Salah satu fungsinya adalah untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada alat-alat pencernaan bagian atas dan juga tenggorokan.
2.      Colonoscopy

2.1. Gambar Colonoscopy.
Colonoscopy adalah alat kedokteran yang fungsinya untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan bagian bawah. Bagian tersebut dimulai dari rectum, anus sampai dengan usus pada bagian bawah.
3.      CT-Scan

3.1. Gambar CT-Scan.
CT- singkatan dari Computed Tomography sedangkan Scan adalah foto. Sehingga fungsi dari alat ini tiada lain adalah untuk menghasilkan foto bagian-bagian dalam dari tubuh dengan lebih lengkap dan akurat. Hal ini dikarenakan foto yang dihasilkan dari CT-Scan ini merupakan foto (gambar) bagian dalam tubuh berupa irisan.
4.      X-Ray

4.1. Gambar X-Ray.
Orang lebih mengenal alat kedokteran ini dengan sebutan Rontgen. Alat ini dipergunakan untuk mengetahui bagian dalam khususnya paru-paru. X-ray menjalankan fungsi kerjanya dengan penggunaan sinar radiasi.
5.      Ultrasonography (USG)

5.1. Gambar Ultrasonography (USG).
USG sering dipergunakan untuk melihat perkembangan janin dalam tubuh ibu hamil, untuk mengecek adanya penyakit lain dalam tubuh seperti kanker, miom, dan lain sebagainya.
Ultrasonography / ultrasonografi merupakan alat medis sebagai teknik diagnostik pencitraan dengan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran, struktur, dan luka patologi. Teknik ini sangat berguna untuk memeriksa organ. Pilihan frekuensi suara akan menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien.


6.      Elektrokardiografi (ECG)

6.1. Gambar Elektrokardiografi (ECG).
Elektrokardiografi adalah alat kedokteran yang fungsinya untuk merekam aktivitas elektro atau kelistrikan yang terjadi di dalam jantung. Hasilnya dapat terlihat pada elektrodiagram. Biasanya dipergunakan pada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan fungsi dari jantung.
7.      PANORAMIC DAN CHEPALOMETRI

7.1. Gambar Panoramic dan Chepalometri.
Panoramic merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa gigi geligi secara tomografi. Chepalometri adalah alat yang digunakan dalam pengukuran bidang orthodensi. Berguna untuk menilai gigi geligi. Analisa gigi geligi, tulang dan jaringan lunak untuk kepentingan dalam bidang orthodonthology.
8.      Positron Emission Tomography (PET)

8.1. Gambar Positron Emisi Tomography (PET)
Positron Emisi Tomography (PET) adalah teknik pencitraan medis nuklir yang menghasilkan gambar tiga dimensi atau gambar proses fungsional dalam tubuh. Sistem ini mendeteksi pasang sinar gamma yang dipancarkan secara tidak langsung oleh radionuklida positron-emitting (tracer), yang diperkenalkan ke dalam tubuh pada molekul biologis aktif. Gambar tiga dimensi konsentrasi tracer dalam tubuh kemudian dibangun oleh analisis komputer. Dalam scanner modern, pencitraan tiga dimensi ini sering dilakukan dengan bantuan CT X-ray pemindaian dilakukan pada pasien selama sesi yang sama, di mesin yang sama.
9.      Kamera Gamma

9.1. Gambar Kamera Gamma.
Peralatan Kamera Gamma merupakan alat yang digunakan pada penggambaran medikal nuklir atau disebut dengan nuclear medicine, untuk melihat dan menganalisa atau mendiagnostik gambaran dari tubuh manusia dengan cara mendeteksi berkas radiasi dari radioisotop yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien.
10.  Magnetic Resonance Imaging (MRI)

10.1. Gambar Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Magnetic Resonance Imaging (MRI), nuclear magnetic resonance imaging (NMRI), atau magnetic resonance tomography (MRT) adalah teknik pencitraan medis yang digunakan dalam radiologi untuk memvisualisasikan struktur internal tubuh secara rinci. MRI memanfaatkan milik resonansi magnetik nuklir (NMR) ke citra inti atom dalam tubuh.

Artritis reumatoid

Radang sendi atau artritis reumatoid (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.
RA dapat mengakibatkan nyeri, kemerahan, bengkak dan panas di sekitar sendi. Berdasarkan studi, RA lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio kejadian 3 : 1.
Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.
Gejala
Penderita RA selalu menunjukkan simtoma ritme sirkadia dari sistem kekebalan neuroindokrin.
RA umumnya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu :
1.    Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari
2.    Bengkak pada 3 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan
3.    Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan
4.    Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.
Pada tahap yang lebih lanjut, RA dapat dikarakterisasi juga dengan adanya nodul-nodul rheumatoid, konsentrasi rheumatoid factor (RF) yang abnormal dan perubahan radiografi yang meliputi erosi tulang.



ini cerita tentang keadaan anak-anak farmasi yang bener-bener pusing grgr UPK >,<
mungkin cerita saya ini mewakili perasaan anak-anak farmasi yang mau UPK *mungkin loohh